APRIL • Ada perkembangan apa?
Sekilas
Kondisi pasar

10.4%
4.0%
0.3%
6.6%
8.0%
0.6%
15.3%
-1.9%
-1.3%
Sumber: Bloomberg 30.04.2026, kinerja dalam mata uang lokal
Berita Utama

Saham memimpin penguatan
Pasar saham bangkit dengan kuat setelah mengalami penurunan tajam akibat pecahnya konflik di Timur Tengah. Indeks S&P 500 mencetak rekor tertinggi baru, mencerminkan keyakinan bahwa de-eskalasi konflik secara bertahap sedang berlangsung. Kekhawatiran terhadap kenaikan inflasi tertutupi oleh prospek percepatan pertumbuhan laba. Hal tersebut tidak berlaku bagi pasar obligasi. Imbal hasil obligasi bergerak naik seiring dengan harga minyak. Dolar AS sebagai aset safe haven sedikit melemah, sementara emas mencatatkan pemulihan moderat setelah penurunan tajam pada bulan Maret.

Perubahan arah The Fed?
Penunjukan Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve AS (The Fed) semakin dekat setelah kasus pidana terhadap ketua The Fed, Jay Powell, dibatalkan. Dalam kesaksiannya di hadapan Komite Senat Perbankan, Warsh menegaskan bahwa meskipun memiliki rencana reformasi sendiri, The Fed harus ‘tetap berada dalam mandatnya’. Sementara itu, sikap sabar The Fed di tengah ketidakpastian geopolitik kemungkinan mendorong bank sentral lain untuk menahan ekspektasi kenaikan suku bunga dalam jangka pendek. Bank Sentral Eropa (ECB) kini menyatakan memiliki ‘keleluasaan untuk menunda’.

Hilangnya pekerjaan digital
Platform sosial media Meta, yang juga salah satu saham ‘Magnificent Seven’, mengumumkan pemangkasan 10% tenaga kerja untuk ‘mengimbangi investasi lainnya’. Belanja untuk AI tahun ini diperkirakan mencapai USD 135 miliar, seiring ambisi Mark Zuckerberg untuk menciptakan ‘personal superintelligence’. Ia mengakui tertinggal dari pesaing seperti OpenAI dan Anthropic. Sementara itu, raksasa teknologi Microsoft melakukan program pengurangan karyawan secara sukarela, dan dapat berdampak pada sekitar 7% tenaga kerjanya. Di tempat lain, AI baru ‘Mythos’ dari Anthropic memicu kekhawatiran akan meningkatnya kejahatan siber. Kemampuan mendeteksi celah keamanan dapat disalahgunakan oleh peretas untuk mengembangkan agen serangan otonom yang mampu beroperasi dengan kecepatan mengkhawatirkan.

Lonjakan energi bersih
Menurut laporan independen, produksi bahan bakar fosil pada 2025 turun untuk pertama kalinya sejak pandemi, sementara pembangkitan energi bersih tumbuh lebih cepat dibandingkan permintaan listrik. Produksi energi terbarukan melampaui output pembangkit listrik tenaga batu bara, menunjukkan pergeseran dari bahan bakar fosil. Laporan tersebut menggambarkan realitas struktural baru, di mana konflik di Timur Tengah justru mempercepat adopsi energi bersih seperti tenaga angin dan surya, seiring upaya pemerintah untuk mengurangi risiko pasokan energi. Secara terpisah, laporan tersebut mengungkapkan bahwa ekspor teknologi hijau Tiongkok, termasuk panel surya, baterai lithium-ion, dan kendaraan listrik, mencapai rekor tertinggi pada bulan Maret.
Dalam radar

Dua bulan sejak pecahnya konflik di Timur Tengah, gencatan senjata masih berlanjut. Perhatian tertuju pada para pelaku utama, dan perundingan perdamaian tampaknya masih buntu, sama seperti perkembangan di pasar minyak.
Di tengah harapan mencairnya hubungan bilateral, Presiden Amerika Serikat akan melakukan kunjungan ke Beijing pada pertengahan Mei untuk bertemu Presiden Tiongkok. Kunjungan ini menjadi kunjungan presiden AS pertama ke Tiongkok sejak November 2017.
Para pengamat akan mencermati dengan saksama setiap eskalasi ketegangan antara Tiongkok dan Jepang. Keputusan Jepang untuk mengizinkan ekspor senjata dapat memicu protes lanjutan di dalam negeri, seiring anggapan adanya penyimpangan dari prinsip pasifisme pascaperang.