AXA IM Take Two - 11 Agustus 2025


Bank Sentral Inggris menurunkan suku bunga di tengah perbedaan suara; aktivitas bisnis Zona Eropa mengalami ekspansi.

Selamat pagi rekan-rekan AXA IM!

Bank Sentral Inggris (BoE) menurunkan suku bunga acuan menjadi 4% setelah melakukan pemungutan suara ulang oleh para pembuat kebijakan akibat perbedaan pendapat. Di Eropa dan AS, aktivitas bisnis menunjukkan tren peningkatan, didukung oleh pertumbuhan sektor jasa dan manufaktur. Sementara itu, permintaan listrik global diperkirakan tumbuh pesat hingga 2026, didorong kebutuhan energi terbarukan dan infrastruktur. Di pasar domestik, IHSG melemah -0,06% pada pekan lalu, dipengaruhi oleh aksi rebalancing MSCI. Pasar obligasi menunjukkan performa positif dengan penurunan imbal hasil tenor 10 tahun menjadi 6,42%, sementara Rupiah menguat ke Rp16.256 per USD. Di sisi ekonomi, PDB Indonesia kuartal kedua melonjak 5,12%, melebihi ekspektasi pasar.

Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami sedikit penurunan sebesar -0,06% pada pekan lalu, berakhir di level 7.533,38. Sebelumnya, IHSG sempat turun hampir 1% pada perdagangan hari Senin, namun berhasil pulih dan kembali menguat hingga akhir pekan. Aksi rebalancing oleh indeks MSCI menjadi faktor utama yang memengaruhi kinerja pasar selama periode tersebut. Sektor consumer, industri, dan kesehatan menunjukkan performa terbaik, sementara sektor teknologi dan infrastruktur mengalami koreksi. Performa IHSG didukung oleh berbagai faktor, termasuk masuknya emiten DSSA dan CUAN ke dalam indeks MSCI, yang menyebabkan kenaikan signifikan pada harga saham mereka. Di sisi lain, kinerja sektor perbankan beragam, BMRI dan BBNI meningkat masing-masing sebesar 3,09% dan 1,50%, sementara harga saham BBCA tetap stabil dan BBRI terkoreksi sebesar -1,07%.

Obligasi

Pasar obligasi memiliki kinerja yang solid, dengan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah sebesar 16 basis poin menjadi 6,42% pada akhir pekan lalu. Sebelumnya, pasar obligasi sempat mengalami koreksi hingga awal Agustus, namun kemudian menunjukkan performa positif dengan penurunan imbal hasil. Di sisi lain, nilai tukar Rupiah tetap menguat sepanjang pekan, mencapai angka 16.256 per USD. Dari segi makroekonomi, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 5,12% di kuartal kedua, mengejutkan pasar yang sebelumnya memperkirakan angka lebih rendah di tengah lemahnya daya beli masyarakat. Namun, pemerintah telah meningkatkan pengeluaran untuk meningkatkan daya beli, serta ekspektasi penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya beli masyarakat.

Sumber: Bloomberg, AXA IM per 11 Agustus 2025.


Tensions boil over

Apa yang perlu kamu ketahui?

Bank Sentral Inggris (BoE) menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bp) menjadi 4%, level terendah sejak Maret 2023 dan menjadi pemotongan kelima sejak Agustus tahun lalu. Suara mayoritas sempat tidak tercapai sehingga pemungutan suara kedua harus dilakukan, lima pembuat kebijakan akhirnya memilih pemotongan, sementara empat lainnya memilih sebaliknya. Awalnya, terdapat satu anggota yang yang mendukung pemotongan sebesar 50bp. Namun, BoE menyatakan akan terus menerapkan pendekatan “bertahap dan hati-hati” dalam pengambilan keputusan kebijakan di masa mendatang, serta menaikkan proyeksi inflasi untuk mencerminkan kenaikan harga makanan.

Wait and see mode again

Seputar dunia

Aktivitas bisnis zona Eropa terus berkembang selama tujuh bulan berturut-turut pada Juli, didorong oleh pertumbuhan layanan jasa meski melambat. Indeks PMI gabungan (jasa dan manufaktur) naik menjadi 50,9 dari 50,6 di Juni (di atas 50 yang menunjukkan ekspansi). Di AS, aktivitas bisnis juga meningkat, dengan PMI gabungan naik menjadi 55,1 dari 52,9 bulan sebelumnya, didukung sektor layanan. Di Tiongkok, aktivitas tetap berkembang meski lebih lambat, dengan PMI gabungan turun menjadi 50,8 dari 51,3.

End of the affair

Angka penting: 3,3%

Permintaan listrik global diperkirakan tumbuh 3,3% pada 2025 dan 3,7% pada 2026, didorong kebutuhan untuk listrik pabrik, data center, AC, dan kendaraan listrik, menurut IEA. Meskipun ekonomi masih menghadapi tantangan, ini merupakan salah satu pertumbuhan tercepat dalam lebih dari 10 tahun. Energi terbarukan, gas alam, dan tenaga nuklir diperkirakan memenuhi permintaan tambahan, dengan energi terbarukan diprediksi mengalahkan batu bara sebagai sumber listrik terbesar dunia pada 2026.

AI drives renewables growth

Kata-kata bijak

Permintaan listrik global diperkirakan tumbuh 3,3% pada 2025 dan 3,7% pada 2026, didorong kebutuhan untuk listrik pabrik, data center, AC, dan kendaraan listrik, menurut IEA. Meskipun ekonomi masih menghadapi tantangan, ini merupakan salah satu pertumbuhan tercepat dalam lebih dari 10 tahun. Energi terbarukan, gas alam, dan tenaga nuklir diperkirakan memenuhi permintaan tambahan, dengan energi terbarukan diprediksi mengalahkan batu bara sebagai sumber listrik terbesar dunia pada 2026.

AI drives renewables growth

Apa yang akan datang?

Pada besok hari, Reserve Bank of Australia akan mengumumkan keputusan suku bunga, sementara AS merilis data inflasi. Di hari yang sama, indeks Sentimen Ekonomi ZEW zona Eropa terbaru akan dipublikasikan, yang menunjukkan perkiraan ekonomi enam bulan ke depan. Pada hari Kamis, zona Eropa dan Inggris merilis pertumbuhan PDB kuartal kedua, diikuti Jepang pada hari Jumat.


Informasi Penting

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi malalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.